Plan for the Future

Rencana untuk masa depan. Mulai memikirkan ulang setelah beberapa hari yang lalu aku mendengarnya dari seorang teman, kurang lebih seperti ini:

“….kebanyakan dari mereka setiap bertemu selalu membicarakan masa lalu atau hal yang sudah terjadi. Jarang mereka membicarakan tentang masa depan dengan serius, makanya aku terlihat jarang berkumpul dengan mereka.”

Aku tertegun sejenak ketika mendengar itu untuk pertama kali. Lalu mulai me-review apa aku sama dengan ‘mereka’ yang dia sebutkan. Dan aku menyadarinya, aku kurang lebih sama dengan ‘mereka’ yang disebutkan itu. Terlalu sering berbicara tentang masa lalu/hal yang sudah terjadi tanpa berniat menjadikan itu bahan pertimbangan atau pelajaran. Maksudku, orang-orang yang bijak akan mengambil pengalaman masa lalu mereka untuk tindakan di masa depan. Sama seperti sebuah negara yang tidak boleh melupakan sejarahnya. Dan aku hanya membicarakan masa lalu sebagai sebuah penghibur/dongeng. Tidak selalu namun memang seringnya seperti itu pembelaandiri.

Dan setelah menyadari itu aku bertanya kepada diriku sendiri, apa rencana masa depanku? sudah sejauh mana aku menuju masa depan itu?

Dan jawabannya membuatku ingin mengetuk kepalaku sendiri. Mungkin sebuah pukulan untuk membuat diriku sadar. I don’t have any special plan for my future. Sigh! Apakah itu sebabnya aku terlihat seperti mayat hidup? tak bergerak dan tak ada gairah sama sekali. Selalu berada dalam zona nyaman dan menjauh dari kemungkinan akan mendapatkan masalah? What kind of kid I’m.

Aku memang mempunyai beberapa keinginan untuk masa depanku. Hanya sebuah keinginan, dan ini jelas berbeda dengan mimpi. Sebuah mimpi akan memotivasi kita untuk melakukan tahap demi tahap untuk meraih mimpi itu. Tapi apa yang kulakukan? hanya membayangkannya saja tanpa usaha sedikitpun. What kind of human I’m.

Aku harus mulai sadar, aku harus bangun!Apa sebenarnya yang aku inginkan?
Apa yang dapat memotivasiku utuk memulainya?
Darimana aku harus memulai?

Ya, aku harus memikirkan semua itu untuk masa depanku. Aku tak ingin menjadi manusia lemah yang membuat Tuhan-ku menyesal telah melahirkanku di dunia ini.

Allah always be here, The moment we understand that Allah’s decisions are always in our best interest, life becomes that little bit easier.

Note : For the person who I talked about, sorry if I was wrong and thanks for the lesson. Let’s take our dream and make our parents pround of us! Bismillah🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s